|
Page 2 of 3
Jakarta, mediacenter.kpu.go.id Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diganggu gugat dan harus terus dipertahankan. Dalam debat antarcalon presiden (02/7) yang bertema “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah, ketiga calon presiden (capres) berkomitmen menjaga keutuhan Indonesia.
Capres Megawati Soekarnoputri mengemukakan, Pancasila bukan hanya falsafah bangsa, tetapi juga bintang yang mengayomi kehidupan seluruh rakyat. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat dan semua kepulauan yang ada di Indonesia.
“Marilah kita kembali kepada jati diri dan harga diri bangsa Indonesia. Hanya karena dengan demikian kita dapat terus mempersatukan NKRI dengan suatu perekat bangsa yang dinamakan azas kegotongroyongan,” ujar Megawati.
Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, keutuhan NKRI sudah final dan harus terus tetap ditegakkan. “Kita bersepakat bahwa NKRI sudah final bagi kita,” ujar SBY.
Menurutnya, Indonesia sudah mempunyai pilar berkehidupan negara yang sangat baik, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Hakekat kemajemukan bangsa Indonesia harus diikat dengan sistem persatuan dan harus diperhatikan ke depan, termasuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Capres Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. Sebab itu, NKRI adalah prinsip pokok, hukum, dan harga mati. Menurut Kalla, NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan adil, tegas, dan berwibawa. Dengan pemerintahan yang adil, tegas, dan berwibawalah masalah dan konflik di Indonesia dapat diselesaikan. “Demi NKRI, apa pun akan kita lakukan. NKRI adalah hal pokok yang harus kita pertahankan,” tegas Kalla.
Dalam debat yang dipandu oleh Dekan Fisip UGM Prof. Dr. Pratikno ini, para capres juga ditanyakan langkah dan kebijakannya terkait demokrasi dan otonomi daerah. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan moderator antara lain mengenai jaminan politik rakyat dalam Pemilu, Pilkada dan politisasi birokrasi, masalah otonomi dan pemekaran daerah, pluralisme, dan integrasi wilayah Indonesia.
Debat antarcapres yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta ini adalah debat terakhir dari rangkaian debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU telah menggelar lima kali debat yaitu, tiga kali debat antarcapres dan dua kali debat antarcawapres.
Ketua KPU A.Hafiz Anshary mengatakan, debat terakhir ini disaksikan sekitar 80 juta penduduk Indonesia. “Mereka tentu berharap mendapat gambaran jelas dari para calon pemimpin bangsa bagaimana komitmen ketiga calon terhadap ketiga tema ini,” ujar Hafiz.
Hafiz juga memohon maaf jika selama pelaksanaan rangkaian debat terdapat berbagai kekurangan. Menurutnya, setiap selesai pelaksanaan debat, KPU bersama tim kampanye masing-masing calon selalu melakukan evaluasi
|